Yakin dengan Vaksin Corona, Dow Futures Melambung 303 Poin

Jakarta, CNBC Indonesia – Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (16/11/2020) menguat, menyusul kembalinya aksi buru saham yang diperkirakan bakal diuntungkan dari temuan vaksin Covid-19.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average tumbuh 303 poin, atau 1%, mengimplikasikan kenaikan pada pembukaan nanti sebesar lebih dari 300 poin. Kontrak serupa untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing sebesar 0,9% dan 0,6%.

Dow Jones kini terpaut hanya 72 poin dar rekor penutupan. Sepekan lalu, indeks 30 saham unggulan ini melesat 4%, menjadi pekan kedua yang mencatatkan reli. Indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi pada Jumat dengan reli sepekan 2,2%. Namun, Nasdaq melemah 0,6%.


Kabar vaksin Covid-19 milik Pfizer yang memiliki efektivitas 90% menjadi pemicu kenaikan. Ketika vaksin ditemukan, maka aktivitas ekonom diharapkan kembali dibuka sehingga kinerja perusahaan kembali menguat, seperti maskapai United Airlines yang sahamnya melesat 12,4%.

Tak heran, reksa dana berisi saham siklikal yakni iShares Russell 1000 Value exchange-traded fund (IWD) naik 5,7% pekan lalu, sementara reksa dana berisi saham berpertumbuhan tinggi (mayoritas saham teknologi) yakni iShares Russell 1000 Growth ETF (IWF) ambruk 1,2%.

Pada pasar pra-pembukaan, saham United Airlines naik 4%.

Meski demikian, perkembangan positif tersebut masih dibayangi risiko fundamental terkait penyebaran virus saat ini yang terus meninggi, mengingat vaksin belum tersedia secara masal dalam waktu dekat.

Lebih dari 11 juta kasus Covid-19 terkonfirmasi di AS. Data COVID Tracking Project menunjukkan ada lebih dari 68.500 orang yang masuk rumah sakit akibat virus corona. Studi National Cancer Institute (INT) di Milan Italia menunjukkan bahwa virus corona menyebar di Italia sejak September 2019, sebagaimana diberitakan Reuters.

Namun Dan Russo, Kepala Perencana Pasar Chaikin Analytics menilai pasar bisa mengantisipasi kenaikan tersebut. “Investor terlihat lebih fokus memantau kabar vaksin dan mau mengabaikan lonjakan kasus dalam waktu dekat,” tuturnya, sebagaimana dikutip CNBC International.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)